Sabtu, 02 April 2016

Es Teh Manis Gratis Di Hari Jumat

Tidak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Kami baru saja selesai bermain badminton. kami bermain dari pukul 06.30 - 10.00. Tentu saja sangat menguras tenaga dan sangat dahaga + lapar juga. Kemudia kami memutuskan untuk makan bersama di taman kuliner UNY. Entah mengapa semua kendaraan kami sepakat mengarah ke salah satu warung makan yang sangat ramai. Saya sendiri biasanya malas memilih tempat yang ramai untuk makan, karena pasti akan menunggu lama, tetapi kali ini saya mau makan disana. Tentu saja ini seperti sebuah magnet yang menarik saya dan teman kesana. dan ternyata iya, kami sedikit menunggu antrian untuk mengambil nasi + lauk pauknya.

Sambil menunggu saya memperhatikan dan timbul pertanyaan. "Kenaapa ya, warung ini bisa ramai? warung disebelahnya sepi-sepi aja tuh..." saya terus mengamati dan sampailah pada giliran kami untuk mengambil nasi. Kemudian kami mulai menyantap nasi, sambil bercerita mengenai proyek tesis kedepan, berbicara, mengenai IPK yang anjlok gara-gara nilai metopen. he...



Selang bebera menit, kami selesai makan dan selesai pula ngerumpi. kami mendatangi ibu kasir.

"Berapa bu, saya makan pake ini, itu, ini," saya menunjuk satu persatu makanan yang dimakan.

"dua ribu...tiga ribu...enam ribu nak!" jawab ibu warung.

sambil menyodorkan uang dua puluh ribu, "plus es teh manis satu gelas bu?"

Oke! sahutnya.

Ibu warung hanya menjawab oke, tanpa menambahkan harge es teh manis yang saya minum.
dan Ibu warung mengembalikan uang saya empat belas ribu. Spontan saya bertanya.

"lhoo..kok empat belas ribu bu? kan saya minum es teh manis juga? salah hitung ibu nih!"

si ibu warung menjawab

"Iya nak. Sebenarnya bukan salah, sekarang hari jumat...."

saya tanya lagi "lah, terus apa hubungan hari juman dengan es teh manis"

sambil tersenyum "hari jumat saya mengratiskan es teh manis untuk pelanggan, sebagai bentuk shodaqoh dari saya"

" owwhh...ini namanya...Es Teh Manis Gratis Di Hari Jumat...terimkasih ya bu...!"

tiba-tiba "bu, good day nya gratis juga gak?" teman saya bertanya.

"tidak nak, khusus es teh manis saja" jawab ibu warung.

Jujur saja, saya sangat kagum dengan ibu warung ini. Beliau tidak lupa untuk berbagi dengan sesama, tertutama kami sebagai mahasiswa, kaum duafa intelektual. ha.ha....dan saya juga senang, pertanyaan saya diawal mengapa  warung ibu ini selalu ramai. Dan saya menyimpulkan, mungkin ini adalah bentuk balasan Allah SWT kepada si ibu atas shodaqohnya.

jadi tunggu apa lagi? mari tingkatkan shodaqoh kita, sebagai bekal amal di akhirat nanti. sebagai cara untuk menghilangkan kerakusan kita akan harta.

semoga bermanfaat!

NB: saya baru belajar nulis, kalau ada saran dan tanggapan, disilakan!

Terimakasih sudah berkunjung.