Selasa, 15 Maret 2016

SEPUTAR SHOLAT: BOLEH BERPISAH dari IMAM KARENA ADA UZUR


Seorang yang semula bermakmum kepada seorang imam, ia boleh memisahkan diri dari imam tersebut dengan niat berpisah lalu hendaklah ia meyempurnakan sendiri rukun-rukun sholat yang masih tertinggal. Misal, apabila imam terlampau panjang membaca ayat dalam sholat, ia boleh bertindak demikian. Dalam hal ini termasuk pula seorang makmum yang tiba-tiba merasa sakit, takut hilang atau rusak yang dimiliki, takut tertinggal dari rombongan, terasa mengantuk, atau sebab-sebab lain yang mendesak. Ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh jamaah dari Jabir


“Mu’adz biasanya mengerjakan sholat isya bersama Rasulullah saw. Lalu kembali pulang mendatangi kaumnya untuk mengimami mereka. Pada suatu malam, Nabi saw. Mengundurkan sholat isyanya, tetapi Mu’az tetap melaksanakan sholat bersama Nabi saw. Setelah itu Mu’az kembai pulang kepada kaumnya lalu mngerjakan sholat lalu mngerjakan sholat bersama mereka dengan membaca surat Al-baqoroh. Tiba-tiba ada seorang yang mundur dan mengerjakan sholat secara sendirian. Setelah orang-orang selesai mengerjakan sholat, ada diantara mereka yang berkata kepada orang yang memisahkan diri tadi , ‘hai fulan, engkau ini orang munafik!’ orang itu berkata , ‘Bukan, aku bukan munafik! Hal ini akan aku laporkan kepada Rasulullah..’ Benarlah, ia pun datang menghadap Nabi saw.. Akhirnya, beliaupun bersabda,’Apakah engkau ini tukang fitnah, hai Mu’az? Apakah engkau ini tukang fitnah? Bacalah saja surat ini atau itu! ”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar