Seorang
yang semula bermakmum kepada seorang imam, ia boleh memisahkan diri dari imam
tersebut dengan niat berpisah lalu hendaklah ia meyempurnakan sendiri
rukun-rukun sholat yang masih tertinggal. Misal, apabila imam terlampau panjang
membaca ayat dalam sholat, ia boleh bertindak demikian. Dalam hal ini termasuk
pula seorang makmum yang tiba-tiba merasa sakit, takut hilang atau rusak yang
dimiliki, takut tertinggal dari rombongan, terasa mengantuk, atau sebab-sebab
lain yang mendesak. Ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh jamaah dari
Jabir
“Mu’adz
biasanya mengerjakan sholat isya bersama Rasulullah saw. Lalu kembali pulang
mendatangi kaumnya untuk mengimami mereka. Pada suatu malam, Nabi saw. Mengundurkan
sholat isyanya, tetapi Mu’az tetap melaksanakan sholat bersama Nabi saw. Setelah
itu Mu’az kembai pulang kepada kaumnya lalu mngerjakan sholat lalu mngerjakan
sholat bersama mereka dengan membaca surat Al-baqoroh. Tiba-tiba ada seorang
yang mundur dan mengerjakan sholat secara sendirian. Setelah orang-orang
selesai mengerjakan sholat, ada diantara mereka yang berkata kepada orang yang
memisahkan diri tadi , ‘hai fulan, engkau ini orang munafik!’ orang itu berkata
, ‘Bukan, aku bukan munafik! Hal ini akan aku laporkan kepada Rasulullah..’
Benarlah, ia pun datang menghadap Nabi saw.. Akhirnya, beliaupun bersabda,’Apakah
engkau ini tukang fitnah, hai Mu’az? Apakah engkau ini tukang fitnah? Bacalah
saja surat ini atau itu! ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar